Triple “E” versus Triple “E” Concept

Mengingat peran SDA sangat vital didalam penentuan besarnya daya dukung lingkungan, khususnya di lahan dimana seluruh aset dan aktivitas kehidupan kemasyarakatan berlangsung, maka perlu di cari konsep serbacakup sebagai panduan dalam menentukan langkah konkrit yang tepat didalam pemberdayaannya.

Untuk itu disini diusulkan suatu konsep :   Triple “E” (problems) versus Triple “E” (solution), yang uraiannya seperti tersebut dibawah.

Problems

  1. Environment : Problem kerusakan lingkungan baik akibat proses alamiah maupun akibat perilaku manusia. Kerusakan ini tentunya dapat menjadi bencana yang mempengaruhi kualitas lingkungan hidup, sehingga dapat menurunkan daya dukung lingkungannya. Sebagai contoh yang esensial adalah pengaruh negatip pada kebutuhan pokok kehidupan misalnya : kesehatan lingkungan, kuantitas & kualitas ketersediaan air dan iklim mikro diwilayah setempat, yang kondisinya berada dibawah pengaruh hukum alam (sebagai modal alami berupa SDA). Untuk itu proses evolusi-degradasi dari kondisi lingkungan hidup harus ditetapkan juga sebagai bencana yang harus ditangani.
  2. Equity : Hak Asasi Manusia bagi setiap warga harus diberikan dan mendapatkan perlindungan hukum. Masalah muncul ketika terjadi konflik kepentingan  dalam mendapatkan kesempatan berbudidaya guna mempertahankan hak hidupnya, mengandung banyak konflik kepentingan.
  3. Economic : Proses tercapainya kesejahteraan melalui peningkatan produktivitas kinerja dan lahan sebagai salah satu faktor produksi dan ruang beraktivitas, berlangsung lambat terganggu oleh kendala masalah banjir & kekeringan secara periodik.

Solution

  1. Engineering : Sebagai basis lahirnya teknologi bangunan pengendali peristiwa alam guna menekan dampak negatif dan resiko gangguan terhadap keberlanjutan kehidupan dan kelancaran terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
  2. Entrepreneurship : Membuka peluang munculnya kreativitas dan inovasi dalam tata kehidupan masyarakat (nilai budaya dalam berbudidaya) yang harus hidup berada di bawah pengaruh perilaku alam melalui cara pandang sumber bencana sebagai sumber berkah.
  3. Energy : Kerja keras secara berkelanjutan berbasis kemandirian sebagai konsekuensi kodrat manusia yang menuntut kehidupannya semakin baik.

Sumber : Catatan Kuliah Comdev dalam Pengelolaan Air dan Air Limbah oleh Ir. Darmanto, Dip.HE., M.Sc

(Visited 9 times, 1 visits today)





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked as *

*

%d blogger menyukai ini: