Persyaratan dan Cara Pengajuan Cuti Tahunan Untuk PNS

Persyaratan dan cara pengajuan dan pemberian cuti tahunan untuk PNS berdasarkan Perka BKN Nomor 24 Tahun 2017

PNS dan Calon PNS yang telah bekerja paling kurang 1 (satu) tahun secara terus menerus berhak atas cuti tahunan.

Lamanya hak atas cuti tahunan sebagaimana dimaksud pada diatas adalah 12 (dua belas) hari kerja.

Permintaan cuti tahunan dapat diberikan untuk paling kurang 1 (satu) hari kerja.

Untuk menggunakan hak atas cuti tahunan, PNS atau Calon PNS yang bersangkutan mengajukan permintaan secara tertulis kepada Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti.

Berdasarkan  permintaan secara tertulis, Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti memberikan cuti tahunan kepada PNS atau Calon PNS yang bersangkutan.

Permintaan dan pemberian cuti sebagaimana dibuat menurut contoh dengan menggunakan  formulir sebagaimana  Form Contoh pengajuan cuti tahunan.

Dalam hal-hak atas cuti tahunan yang akan digunakan di tempat yang  sulit perhubungannya maka jangka waktu cuti tahunan tersebut dapat ditambah untuk paling lama 12 (dua belas) hari kalender.

Hak atas cuti tahunan yang tidak digunakan dalam tahun yang bersangkutan, dapat digunakan dalam tahun  berikutnya untuk paling lama 18 (delapan belas) hari kerja termasuk cuti tahunan dalam tahun berjalan.

Contoh:

Sdr. Heru Sudiyanto NIP. 196303121991021005 dalam tahun 2018  tidak mengajukan permintaan cuti tahunan. Pada tahun 2019 yang bersangkutan mengajukan permintaan cuti tahunan, untuk tahun 2018 dan tahun 2019. Dalam hal demikian  maka Pejabat Yang Berwenang Memberikan  Cuti  hanya dapat memberikan cuti tahunan kepada PNS yang bersangkutan paling lama 18 (delapan  belas) hari  kerja.

Sisa hak atas  cuti tahunan yang tidak  digunakan dalam tahun bersangkutan  dapat  digunakan pada  tahun berikutnya paling banyak 6 (enam) hari kerja.

Contoh:

Sdri. Dian Sulistiowati NIP. 198609222014022001,  tahun 2018 menggunakan hak cuti  tahunan selama 3 (tiga)  hari kerja,  sisa hak  cuti  tahunan Sdri. Dian Sulistiowati pada tahun 2018 sebanyak 9 (sembilan) hari kerja. Dalam hal demikian  hak  cuti  tahunan  yang dapat diperhitungkan untuk tahun 2019 sebanyak 18 (delapan  belas) hari  kerja, termasuk cuti  tahunan dalam tahun 2019.

Sdri.   Wening Wulandari  NIP  197805262010052009,  tahun 2018 menggunakan hak cuti tahunan  selama 7 (tujuh) hari kerja,  sisa hak cuti  tahunan Sdri. Wening Wulandari  pada tahun 2018 sebanyak 5 (lima) hari  kerja.  Dalam hal demikian hak cuti tahunan yang dapat diperhitungkan untuk tahun 2019 sebanyak 17 (tujuh  belas) hari kerja.

Hak atas cuti tahunan yang tidak digunakan 2 (dua) tahun atau lebih berturut-turut, dapat digunakan dalam  tahun berikutnya untuk paling lama 24 (dua puluh empat) hari kerja  termasuk hak atas cuti tahunan dalam tahun berjalan.

Contoh:

Sdr.  Saputra NIP. 198009252004021004 dalam tahun 2018 dan   tahun 2019 tidak mengajukan permintaan  cuti tahunan. Pada tahun 2020 yang bersangkutan  mengajukan permintaan  cuti   tahunan  untuk  tahun 2018, 2019, dan 2020. Dalam hal demikian  Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti dapat memberikan cuti tahunan kepada PNS bersangkutan untuk paling lama 24 (dua puluh empat) hari  kerja, termasuk cuti tahunan dalam tahun 2020.

Sdr. Agus Wahyudi NIP. 198505142014011001, tahun 2017 menggunakan hak cuti tahunan selama 5 (lima)  hari kerja. Pada tahun  2018, cuti tahunan  tidak digunakan. Dalam hal demikian Pejabat Yang Berwenang Memberikan  Cuti  dapat memberikan cuti tahunan  kepada PNS  bersangkutan untuk paling lama 18 (delapan belas) hari kerja, termasuk cuti tahunan dalam tahun 2019.

Sdri. Fadzilla NIP. 198708112014022001, tahun 2018 menggunakan hak cuti tahunan selama 7 (tujuh) hari kerja. Pada  tahun  2019, cuti  tahunan  yang bersangkutan  tidak digunakan. Dalam hal demikian Pejabat Yang Berwenang Memberikan  Cuti  dapat memberikan  cuti  tahunan kepada PNS bersangkutan untuk paling  lama 18 (delapan  belas) hari  kerja,  termasuk cuti  tahunan dalam tahun 2020.

Hak atas cuti tahunan dapat ditangguhkan penggunaannya oleh Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti untuk paling lama 1 (satu) tahun, apabila terdapat kepentingan dinas mendesak.

Hak atas cuti tahunan yang ditangguhkan dapat digunakan dalam tahun berikutnya selama 24 (dua puluh empat) hari kerja termasuk hak atas cuti tahunan dalam tahun berjalan

Contoh:

Sdri. Sri Rahayu NIP. 199009252014022004 mengajukan permintaan cuti tahunan untuk tahun 2018 selama 12 (dua belas) hari kerja. Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti tidak memberikan cuti karena kepentingan dinas mendesak. Dalam hal demikian maka hak atas cuti  tahunan Sdri. Sri Rahayu pada tahun 2019 menjadi selama 24 (dua puluh empat) hari kerja, termasuk hak atas cuti tahunan dalam tahun berjalan.

Dalam hal terdapat PNS yang telah menggunakan Hak atas cuti tahunan  dan masih terdapat sisa Hak atas cuti tahunan untuk tahun berjalan, dapat ditangguhkan penggunaannya oleh Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti untuk tahun berikutnya, apabila terdapat kepentingan dinas mendesak.

Hak atas sisa cuti tahunan yang ditangguhkan dihitung penuh dalam tahun berikutnya.

Contoh:

Sdr. Dicky  Pamungkas NIP. 199009252014021004 memiliki sisa cuti tahunan pada tahun 2018 sebanyak 9  (sembilan) hari kerja. Pada akhir tahun 2018 yang bersangkutan mengajukan kembali permintaan cuti tahunan untuk tahun 2018 selama 9  (sembilan) hari  kerja. Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti menangguhkan hak atas cuti tahunan untuk tahun 2018 karena kepentingan dinas mendesak. Dalam  hal demikian maka hak atas cuti tahunan Sdr. Dicky Pamungkas pada tahun 2019 menjadi selama 21 (dua puluh  satu) hari kerja, termasuk hak atas cuti  tahunan dalam tahun  2019.

PNS yang menduduki jabatan guru pada sekolah dan jabatan dosen pada perguruan tinggi yang mendapat liburan menurut peraturan perundang-undangan, disamakan dengan PNS yang telah menggunakan hak cuti tahunan.

Pemberian cuti tahunan harus memperhatikan kekuatan jumlah pegawai pada unit kerja yang bersangkutan.

Download Contoh Pengajuan Cuti Tahunan Untuk PNS

Tags:

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.