Cara dan Contoh Pengajuan Cuti Besar PNS

Pengajuan Cuti Besar PNS Berdasarkan Perka BKN Nomor 24 Tahun 2017

[spoiler title=”1. PNS yang telah bekerja paling singkat 5 (lima) tahun secara terus menerus berhak atas cuti besar paling lama 3 (tiga) bulan.”][/spoiler]

[spoiler title=”2. PNS yang menggunakan hak atas cuti besar tidak berhak atas cuti tahunan dalam tahun yang bersangkutan”]

Contoh :

Sdr. Aldi NIP. 198001122014011005 telah bekerja secara terus menerus sejak Januari 2014. Pada tanggal 10 Februari 2019 mengajukan permintaan cuti besar selama 3 (tiga) bulan terhitung mulai 1 Maret 2019 sampai 31 Mei 2019. Kemudia pada tanggal 18 Februari 2019 Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti, memberikan cuti besar sesuai permintaan PNS yang bersangkutan.

Dalam hal demikian maka Sdr. Aldi :

  • Tidak berhak atas cuti tahunan untuk tahunan 2019
  • Cuti besar berikutnya baru dapat diajukan paling cepat 1 Juni 2024

[/spoiler]

[spoiler title=”3. PNS yang telah menggunakan hak atas cuti tahunan pada tahun yang bersangkutan maka hak atas cuti besar yang bersangkutan diberikan dengan memperhitungkan hak atas cuti tahunan yang telah digunakan”]

Contoh :

Sdr. Ahmad NIP. 198501122014011009  telah bekerja secara terus menerus sejak Januari 2014. Pada bulan Maret 2019 yang bersangkutan telah menggunakan hak atas cuti tahunan tahun 2019 selama 12 (dua belas) hari kerja. Pada tanggal 4 November 2019 mengajukan permintaan cuti besar selama 3(tiga) bulan terhitung mulai 18 November 2019 sampai dengan 18 Februari 2020.

Dalam hal ini Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti akan memberikan cuti selam 3 (tiga) bulan maka :

  1. Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti, saat mentapkan pemberian cuti besar tetap mempertimbangkan cuti tahunan yang sudah digunakan selam 12 (dua belas) hari kerja sebelum mengajukan permintaan cuti besar.
  2. Hak atas cuti besar Sdr. Ahmad diberikan paling lama terhitung 18 November 2019 sampai dengan 31 Januari 2020
  3. Ahmad masih mempunyai hak atas cuti tahunan pada tahun 2020.
  4. Cuti besar berikutnya baru dapat diajukan paling cepat 1 Februari 2025
Baca Juga :  Persyaratan dan Cara Pengajuan Cuti Karena Alasan Penting

[/spoiler]

[spoiler title=”4. PNS yang menggunakan hak atas cuti besar dan masih mempunyai sisa hak atas cuti tahunan sebelumnya maka dapat menggunakan sisa hak atas cuti tahunan tersebut.”]

Contoh :

Sdr. Dion Abdul Rauf NIP. 198504032012021007 telah bekerja secara terus menerus sejak 1 Februari 2012. Pada tahun 2017, yang bersangkutan memiliki hak atas cuti tahunan 2017 selam 11 (sebelas) hari dan sisa hak cuti tahunan 2016 selam 6 (enam) hari. Pada tanggal 28 Agustus 2017 mengajukan permintaan cuti besar selam 3 (tiga) bulan terhitung mulai 1 September 2017 sampai dengan 30 November 2017. Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti dapat memberikan cuti besar secara penuh selam 3 (tiga) bulan.

Dalam hal demikian, maka:

  • Dion tidak berhak atas cuti tahunan dalam tahun 2017.
  • Dion masih mempunyai hak atas sisa cuti tahunan tahun 2016 selama 6 (enam) hari.
  • Cuti besar berikutnya baru dapat diajukan paling cepat 1 Desember 2022.

[/spoiler]

[spoiler title=”5. Bagi PNS yang masa kerjanya belum 5 (lima) tahun untuk kepentingan agama, yaitu menunaikan ibadah haji pertama kali dengan melampirkan jadwal keberangkatan/kelompok terbang (kloter) yang dikeluarkan oleh instansi yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan haji”][/spoiler]

[spoiler title=”6. Untuk menggunakan hak atas cuti besar, PNS yang bersangkutan mengajukan permintaan secara tertulis kepada Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti.”][/spoiler]

[spoiler title=”7. Berdasarkan permintaan secara tertulis, Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti memberikan cuti besar kepada PNS yang bersangkutan.”][/spoiler]

[spoiler title=”8. Permintaan dan pemberian cuti besar, dibuat sesuai format yang ada”][/spoiler]

[spoiler title=”9. Hak cuti besar dapat ditangguhkan penggunannya oleh Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti untuk paling lama 1 (satu) tahun apabila terdapat kepentingan dinas yang mendesak, kecuali untuk kepentingan agama”]

Baca Juga :  Perka BKN Tata Cara Pemberian Cuti PNS

Contoh :

Sdr. Arman nip. 198001122014011005 telah bekerja secara terus-menerus sejak Januari 2014. Dalam bulan Maret 2019 ia mengajukan cuti besar selama 3 (tiga) bulan, tetapi oleh karena kepentingan dinas mendesak, pemberian cuti besar ditangguhkan selama 1 (satu) tahun, sehingga yang bersangkutan diberikan cuti besar mulai 1 Maret sampai dengan 31 Mei 2020. Dalam hal demikian perhitungan hak atas cuti besar berikutnya bukan terhitung mulai bulan Juni 2025, tetapi terhitung mulai bulan Juni 2024[/spoiler]

[spoiler title=”10. PNS yang menggunakan cuti besar kurang dari 3 (tiga) bulan, maka sisa cuti besar yang menjadi haknya dihapus”]

Contoh :

Sdr. Amir NIP. 198101152010031005 telah bekerja secara terus menerus sejak 1 Maret 2010. Pada 10 Mei 2017 yang bersangkutan mengajukan cuti besar selama 2 (dua) bulan sampai dengan 10 Juli 2017. Dalam hal demikian maka sisa hak atas cuti besar selama 1 (bulan) dihapus. Sdr, Amir baru dapat mengajukan cuti besar berikutnya setelah 10 Juli 2022

[/spoiler]

[spoiler title=”11. Selama menggunakan hak atas cuti besar, PNS yang bersangkutan menerima penghasilan PNS”][/spoiler]

[spoiler title=”12. Penghasilan sebagaimana dimaksud pada angka 11,  terdiri atas gaji  pokok,  tunjangan  keluarga, dan tunjangan pangan sampai dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah yang mengatur gaji, tunjangan, dan fasilitas PNS.”][/spoiler]

Download Format Contoh Pengajuan Cuti Besar

Berbagi Artikel
Tags:

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.