Dampak Perubahan Tata Guna Lahan pada Lingkungan

Perubahan tataguna lahan seperti alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian, lahan pertanian menjadi tempat pemukiman, atau kawasan industri berdampak pada lingkungan. Berikut beberapa contoh dampak perubahan tata guna lahan terhadap lingkungan.

  1. Hilangnya keanekaragaman hayati

Keanekaragaman hayati sering berkurang secara drastis karena alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian. Lahan pertanian tidak sesuai bagi mahkluk hidup yang habitat aslinya hutan. Akibatnya makhluk hidup tersebut mengalami kepunahan. Hal yang sama juga dapat terjadi karena alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman.

  1. Perubahan iklim

Perubahan tataguna lahan menyebabkan perubahan iklim global, regional dan skala lokal.  Alih fungsi hutan meningkatkan pelepasan gas rumah kaca ke atmosfer, sehingga menyebabkan pemanasan global. Alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian dapat meningkatkan pelepasan karbon dioksida ke atmosfer serta emisi gas rumah kaca lainnya, terutama metana, nitrogen oksida, dan belerang oksida. Gas-gas rumah kaca inilah yang menyebabkan pemanasan global.

  1. Pencemaran 

Perubahan dalam pemanfaatan lahan menyebabkan polusi air, tanah dan polusi udara.  Pembukaan lahan untuk pertanian menyebabkan tanah mudah tererosi baik oleh angin maupun  air, terutama pada daerah curam. Kesuburan tanah menurun dari waktu ke waktu. Penggundulan hutan dapat meningkatkan pelepasan fosfor, nitrogen. Penggundulan hutan juga meningkatkan sedimentasi, kekeruhan, dan eutrofikasi ekosistem sungai. Alih fungsi hutan menjadi lahan pertambangan  menyebabkan dampak yang lebih besar, termasuk pencemaran oleh logam beracun. Pertanian modern menggunakan pupuk nitrogen dan fosfor dapat meningkatkan pencemaran sungai. Penggunaan pestisida dalam pertanian dapat menyebabkan pencemaran tanah. Pembakaran sisa tanaman pertanian menyebabkan polusi udara.

  1. Banjir dan longsor

Setiap tahun banjir di berbagai daerah justru makin besar. Penyebab utamanya bukan hujan, melainkan kerusakan lingkungan akibat perubahan tata guna lahan. Pada hutan-hutan yang lebat, tumbuhannya kebanyakan berupa pohon yang rimbun, permukaan tanah tertutup oleh berbagai macam tumbuhan dan semak belukar. Bila terjadi hujan, air hujan tidak langsung sampai ke tanah, karena terlebih dulu ditahan oleh dedaunan. Tanah pun memiliki kesempatan untuk menyerap air hujan, sehingga hanya sebagian kecil yang mengalir ke sungai. Aliran air di permukaan tanah kawasan hutan menuju sungai-sungai itu juga masih tertahan oleh semak belukar. Hutan di wilayah-wilayah itu bukan hanya mengurangi banjir, tetapi juga berperan dalam penyediaan air tanah.

Baca Juga :  Sistem Pengolahan Limbah dengan Sistem Sanitasi Taman (Sanita)

Sekarang banyak hutan dialihfungsikan menjadi pemukiman atau pertanian. Hutan dibabat untuk permukiman, sawah, atau ladang. Tumbuhannya di tebang di ganti tanaman pertanian misalnya cemara, pinus atau jagung. Namun, cemara, pinus, dan jagung akarnya tidak cukup kuat dalam menyerap air sehingga yang terjadi justru longsor. Pohon yang kuat menahan tanah dan baik untuk meresap air adalah pohon yang akarnya menghujam ke bawah dan banyak. Agar terhindar dari bencana longsor sebaiknya masyarakat tidak memanfaatkan lahan di bawah lereng.

 

Rangkuman

Tata Guna Lahan (land use) adalah suatu upaya dalam merencanakan penggunaan lahan dalam suatu kawasan yang meliputi pembagian wilayah untuk pengkhususan fungsi-fungsi tertentu, misalnya fungsi pemukiman, perdagangan, industri, dll. Faktor penyebab perubahan tata guna lahan adalah pertumbuhan penduduk.

Dampak dari perubahan tata guna lahan sebgai berikut.

  • Berkurangnya keanekaragaman hayati.
  • Perubahan iklim
  • Pencemaran, dan
  • Banjir.

Untuk lebih jelas kita dapat memperhatikan lingkungan sekitar rumah. Apakah ada kompleks perumahan baru? Tanyakan pada orang tua kita apakah lahan tempat tinggal kita dahulu berupa sawah? Mengapa banyak sawah yang diubah jadi pemukiman penduduk? Setiap orang memerlukan tempat tinggal.

Karena penduduknya terus bertambah maka makin banyak rumah yang dibangun. Akibatnya banyak sawah yang diubah jadi pemukiman. Jadi perubahan penggunaan lahan dipengaruhi tingkat pertumbuhan penduduk. Penduduk desa atau kota terus bertambah. Dengan demikian perkembangan suatu wilayah dapat berdampak pada terjadinya perubahan penggunaan lahan di wilayah tersebut.

Diagram Urbanisasi dan Perubahan Tata Guna Lahan terhadap Lingkungan

Sumber : Bahan Kuliah Topik Spesial

Berbagi Artikel
Tags:

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.