Bagaimana Cara Klaim Asuransi Mobil

“Bagaimana Cara Klaim Asuransi Mobil?” pertanyaan ini selalu saja muncul dari pemegang polis ketika meminta ganti rugi pada pihak perusahaan asuransi karena terjadi pencurian atau kecelakaan terhadap mobil atau kendaraan yang telah diasuransikannya. Berikut ini akan mengulas seputar cara atau prosedur pengajuan klaim asuransi mobil oleh pemegang polis.

Ketika mobil Anda mengalami kecelakaan atau hilang karena dicuri, hal pertama yang harus Anda lakukan sebagai pemegang polis adalah menghubungi pihak perusahaan asuransi dalam waktu 3×24 jam. Anda bisa menghubungi melalui telepon, SMS, email atau dengan datang langsung ke kantor perusahaan asuransi. Hal ini harus diprioritaskan untuk menghindari penolakan terhadap “klaim asuransi mobil” yang Anda ajukan dengan alasan lewat dari jangka waktu yang sudah ditentukan.

Ketika mengalami kecelakaan dan mobil masih bisa berjalan, sebaiknya mobil tersebut dibawa ke salah satu bengkel yang ditunjuk oleh perusahaan asuransi. Apabila mobil telah mengalami kerusakan berat, sebaiknya mobil tersebut Anda foto atau didokumentasikan terlebih dulu. Foto inilah nantinya yang akan menjadi bukti bahwa benar-benar telah terjadi kecelakaan.

Pemegang polis harus mengisi formulir yang telah disediakan oleh perusahaan asuransi. Formulir tersebut merupakan salah satu dokumen kelengkapan untuk persetujuan klaim asuransi mobil. Selanjutnya adalah memberi informasi mengenai kronologis kejadian kepada perusahaan asuransi dengan informasi sebenar-benarnya. Hal ini nantinya akan menjadi pertimbangan dari perusahaan asuransi apakah klaim akan disetujui atau  ditolak. Selain itu, pemegang polis wajib melengkapi beberapa dokumen yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi. Dokumen-dokumen yang harus dipersiapkan adalah sebagai berikut:

Dokumen kecelakaan

  1. Formulir klaim yang sudah di isi. Proses klaim baru nantinya akan dilakukan oleh perusahaan asuransi apabila pemegang polis telah mengisi formulir klaim dengan lengkap.
  2. Salinan atau fotokopi polis asuransi mobil. Dokumen ini nantinya sebagai bukti bahwa pemegang polis memang benar menjadi nasabah pada sebuah perusahaan asuransi. Selain itu, dokumen ini untuk mengetahui apakah premi telah dibayar atau belum.
  3. Salinan atau fotokopi SIM.
  4. Salinan atau fotokopi STNK.
  5. Surat keterangan dari kepolisian setempat. Dokumen ini akan menjadi bahan pertimbangan perusahaan asuransi untuk memberikan ganti rugi atau tidak.
Baca Juga :  Daftar Asuransi Kesehatan Terbaik dan Produknya

Dokumen tanggung jawab pihak ketiga (apabila ada pihak ketiga)

  1. Surat pernyataan tentang tuntutan ganti rugi dari pihak ketiga. Dokumen ini dapat dijadikan jaminan bahwa pemegang polis yang telah mengakibatkan kerusakan pada mobil pihak ketiga.
  2. Surat pernyataan tentang tidak adanya asuransi. Umumnya terdapat sejumlah perusahaan asuransi yang tidak akan mengganti rugi apabila pihak ketiga mempunyai asuransi mobil. Oleh karena itu, dokumen ini menjadi salah satu syarat yang sangat penting.
  3. Salinan atau fotokopi KTP/SIM dan STNK.
  4. Surat keterangan dari kepolisian setempat. Surat ini akan menjadi bukti bahwa memang pada waktu dan di tempat tertentu telah terjadi kecelakaan.

Demikianlah Cara atau Prosedur Klaim Asuransi Mobil apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, semoga bermanfaat 🙂

Sumber : http://www.mag.co.id

Berbagi Artikel
Rate this article!
Tags:
author

Author: 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.